Menuju Satu Juta BOEPD Tahun 2015, Pertamina Aquisisi INPEX Jawa, Ltd

Inpex

Inpex

PT Pertamina EP

PT Pertamina EP

JAKARTA. PT Pertamina (Persero) (“PERTAMINA”) melalui anak perusahaanya PT Pertamina Hulu Energi (PHE) resmi mengakuisi 100% kepemilikan saham INPEX Jawa Limited (IJL). Proses akuisisi tersebut telah selesai dengan dilaksanakannya acara closing pembelian di Tokyo pada Kamis, 30 September 2010. Sebelumnya, PHE dan INPEX telah melakukan penandatanganan Share Purchase Agreement atas pembelian tersebut pada tanggal 7 September 2010 di Jakarta. INPEX Jawa Ltd, merupakan perusahaan migas Jepang yang saat ini menjadi pemegang 7,25% participating interest di blok Offshore North West Jawa dan memiliki 100% sahan di INPEX Sumatera Ltd yang memegang 13,06744% Participating Interest di blok Offshore South East Sumatera (OSES).

 

Dengan aksi korporasi ini, PT. Pertamina (Persero) semakin memantapkan langkah guna mengejar target produksi sebesar 1 juta BOEPD pada 2015. “Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan guna menambah produksi dan potensi cadangan minyak dan gas guna mendukung pencapaian target produksi PERTAMINA 1 (satu) juta Barrel Oil Equivalent per Day (BOEPD) di tahun 2015,” ujar Karen usai acara closing pembelian INPEX Jawa Ltd. di tokyo, Kamis (30/9).

IJL sebelumnya dimiliki oleh tiga perusahaan asal Jepang yakni INPEX CORPORATION sebesar 83,5%, Shoseki Overseas Oil Development Co. Ltd. (“Shoseki”) sebesar 12,5% dan JX Nippon oil & Gas Exploration Corporation sebesar 4%. Selain menjadi pemegang 7,25% PI di blok ONWJ, IJL juga memiliki 100% sahan INPEX Sumatera Ltd (ISL) yang memiliki 13,06744% participating interest pada blok Offshore South East Sumatera (OSES).

Karen menambahkan, hal lain yang menjadi dasar pemikiran PERTAMINA dalam melakukan akusisi tersebut adalah mempertegas langkah Pertamina untuk terjun dalam mengelola dan mengoperasikan lapangan-lapangan offshore. Dengan demikian maka Pertamina akan semakin siap untuk menjadi operator di blok-blok offshore lainnya, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Langkah ini juga diharapkan mampu menambah kepastian pasokan minyak yang masuk ke kilang-kilang domestik sehingga dapat menjaga ketersediaan stok bahan baku minyak untuk masyarakat. Hal ini mengingat bahwa hasil minyak mentah blok ONWJ saat ini disalurkan ke kilang Cilacap, sementara minyak dari OSES akan dialirkan ke kilang di Balikpapan dan Balongan.

Dengan akuisisi ini maka akan ada tambahan jumlah produksi minyak dan gas Pertamina. Terkait hal ini, Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (PHE), Dwi Martono mengungkapkan bahwa produksi minyak akan bertambah sebesar 7.400 barrel oil per day (BOPD) sedangkan produksi gas bertambah 24,3 MMSCFD. “Dari blok ONWJ, akan ada tambahan sebesar 2.200 BOPD untuk minyak dan 15,3 MMSCFD untuk gas. Sementara dari blok OSES tambahan minyak sebesar 5.200 BOPD dan gas 9 MMSCFD,” ujar Dwi.

Dwi berharap pembelian ini mampu meningkatan kontrol PERTAMINA atas blok ONWJ. Hal ini sangat dimungkinkan karena saat ini Pertamina menjadi pemilik mayoritas dengan bertambahnya kepemilikan Participating Interest menjadi sebesar 53,25% (sebelumnya Pertamina telah memiliki 46% participating interest melalui PHE ONWJ). Dengan demikian maka kinerja produksi di blok ONWJ diharapkan dapat terus dioptimalkan. Sejak diakuisisi oleh Pertamina, produksi minyak blok ONWJ terus meningkat dari 22.000 BOPD menjadi hampir 28.000 BOPD di tahun 2010. Bahkan, di tahun 2011 produksi ditargetkan meningkat sebesar 16% atau mencapai 31.000 BOPD.Blok ONWJ saat ini memasok kebutuhan gas untuk pabrik pupuk PT Pupuk Kujang di Cikampek dan Karawang, pembangkit listrik milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Sementara blok OSES memasok untuk kebutuhan PLN. Sedangkan untuk minyak, blok ONWJ saat ini memasok untuk kebutuhan kilang Pertamina di Cilacap sedangkan OSES sebagian besar digunakan untuk memasok kebutuhan kilang Pertamina di Balikpapan dan Balongan.

Blok Offshore South East Sumatera (OSES) Blok OSES merupakan salah satu lapangan produksi migas terbesar di Indonesia. Semenjak minyak pertama berhasil diproduksi tahun 1971, hingga saat ini total produksi di blok tersebut telah mencapai 1,2 milyar barrel. Terletak di bagian tenggara pulau Sumatera, kontrak PSC OSES pertama kali ditandatangani September 1968 antara PERTAMINA dengan IIAPCO, kemudian direvisi Desember 1991, diperpanjang sejak September 1998 dan akan berakhir pada 6 September 2018. Blok PSC OSES dibagi menjadi tiga unit bisnis, yaitu North Business Unit, Central Business Unit, dan South Business Unit. Terdiri atas 34 field, 51 platform, dan 410 sumur produksi.

OSES memiliki dua lapangan produksi minyak terbesar yakni Cinta di bagian selatan dan Widuri di bagian utara dengan jaringan pipa bawah laut sepanjang 513 km. Saat ini blok tersebut dikuasai oleh CNOOC selaku operator dengan kepemilikan saham sebesar 65.540900%, INPEX Sumatra Ltd. (kini dimiliki oleh PHE) dengan 13,06744%, KNOC 8,908588% , Talisman 7,483068% dan Orchard Group (Salamander) dengan kepemilikan 5% saham.

Blok Offshore North West Java (ONWJ) Salah satu PSC pertama di Indonesia, kegiatan operasi dimulai tahun 1971 dengan nama Atlantic Richfield Indonesia (ARII), kemudian berganti ke BP West Java. Pada bulan Juli 2009 Pertamina mengambgila alih 100% kepemilikan BP ONWj selaku operator di ONWJ dan mengganti namanya menjadi Pertamina Hulu Energi ONWJ (PHE ONWJ). Suplai gas domestik dimulai tahun 1993 ke PLN Muara Karang. PSC ONWJ terletak di Selatan Laut Jawa, sebelah Utara pulau Jawa bagian Barat, membentang dari Utara Jakarta sampai Utara Cirebon, dengan pipa bawah laut sepanjang 1.250 km. Kontrak PSC ONWJ ditandatangani 18 Agustus 1966, berlaku efektif 19 Januari 1967, dan diperbarui (renewal) efektif tanggal 19 Januari 1997 dan akan berakhir 19 Januari 2017. Blok PSC ONWJ terdiri atas 52 field, 218 struktur, 141 platform (82 aktif), 709 sumur (489 sumur produksi). Komposisi kepemilikan blok ONWJ adalah Pertamina Hulu Energi ONWJ Ltd. (Operator) sebesar 46%, CNOOC ONWJ Ltd. 36,7205%, INPEX Java Ltd. 7,25% (kini dimiliki oleh PHE), Talisman Resources (N.W Java) Ltd. sebesar 5,0295% dan Salamander Energy (Java) Ltd. 5%. (SF)

About migasindonesia
http://www.facebook.com/pages/Migas-Indonesia-sumber-informasi-lowongan-migas-dan-tambang/123994654337804

2 Responses to Menuju Satu Juta BOEPD Tahun 2015, Pertamina Aquisisi INPEX Jawa, Ltd

  1. Antok says:

    satu-satunya harapan perusahaan migas nasional untuk kesejahteraan rakyat indonesia..
    https://ivokra.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: